 |
Sebuah penelitian terbaru di Universitas Oxford telah mengungkapkan bahwa warna planet Uranus dan Neptunus mungkin lebih mirip dari yang kita duga dan sangat berbeda dari yang selama ini kita yakini. Sumber: Universitas Oxford
|
Dua planet paling jauh dan misterius di tata surya kita, Neptunus dan Uranus, sangat jauh dari matahari sehingga tampak redup dan samar bagi mata manusia. Namun, berkat teknologi canggih NASA, kita sekarang dapat melihat planet-planet ini dalam warna aslinya.
Dengan jarak rata-rata sekitar 2,9 miliar dan 4,5 miliar kilometer (1,8 miliar dan 2,8 miliar mil) masing-masing, Neptunus dan Uranus adalah planet ketujuh dan kedelapan dari matahari, masing-masing merupakan planet terbesar ketiga dan keempat berdasarkan diameternya, serta planet keempat dan ketiga termasif di tata surya.
Atmosfer planet-planet ini terdiri sebagian besar dari hidrogen, helium, dan metana. Karena metana menyerap cahaya merah dan mengeluarkan cahaya biru-hijau, metana adalah bahan utama yang memberikan warna planet tersebut yang dihamburkan kembali ke ruang angkasa.
Baca juga: Rahasia Meminum Kopi di Pagi Hari: Tips Sehat untuk Memulai Hari Anda
Mereka lebih mirip daripada yang kita perkirakan.
Namun, warna Neptunus dan Uranus tidak terlihat berbeda. Gambar detail kedua planet tersebut pertama kali diambil oleh misi Voyager 2 NASA, yang terbang lintas kedua planet tersebut pada akhir tahun 1980-an. Namun, ada kesalahpahaman tentang warna asli karena gambar-gambar tersebut diproses dan disempurnakan untuk meningkatkan ciri-cirinya. Dalam gambar yang diambil oleh Voyager 2, Neptunus ditampilkan dengan warna biru tua yang jelas, sedangkan Uranus ditampilkan dengan warna cyan yang lebih ringan.
Para peneliti di University of Oxford baru-baru ini melakukan perbaikan pada kesalahan ini dengan menerapkan model yang lebih akurat pada data asli yang dikumpulkan oleh Voyager 2. Model ini memperhitungkan hamburan dan penyerapan cahaya oleh atmosfer planet-planet serta sensitivitas warna kamera wahana antariksa. Hasilnya adalah representasi yang lebih realistis dari warna Neptunus dan Uranus, yang sangat mirip dan sebanding dengan biru kehijauan.
Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa warna asli Neptunus dan Uranus tidak hanya menarik untuk dilihat, tetapi juga menunjukkan komposisi, struktur, dan evolusi planet-planet tersebut. Dengan mengungkapkan warna asli planet-planet yang jauh ini, NASA telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang tata surya luar dan penghuninya.
Salah satu faktor yang memengaruhi warna Neptunus dan Uranus adalah keberadaan partikel kabut di atmosfernya. Studi ini menemukan bahwa ada tiga lapisan aerosol pada ketinggian yang berbeda, dan bahwa lapisan tengah, yang lebih tebal di Uranus daripada di Neptunus, bertanggung jawab atas perbedaan warna. Para peneliti menduga, di kedua planet tersebut, es metana mengembun pada partikel-partikel di lapisan ini, menariknya lebih dalam ke atmosfer dalam bentuk hujan salju metana. Karena Neptunus memiliki atmosfer yang lebih aktif dan bergejolak dibanding Uranus, para peneliti meyakini bahwa atmosfer Neptunus lebih efisien dalam mengaduk-aduk partikel-partikel metana di dalam lapisan kabut dan menghasilkan salju ini. Hal ini menghilangkan lebih banyak kabut dan membuat lapisan kabut di Neptunus lebih tipis daripada di Uranus, sehingga warna biru Neptunus terlihat lebih kuat.
Faktor lain yang memengaruhi warna Neptunus dan Uranus adalah keberadaan awan es metana dan hidrogen sulfida di atmosfernya. Studi ini menemukan bahwa awan ini terletak di bawah lapisan kabut, dan juga mengandung partikel kabut di dalamnya. Awan-awan ini bertanggung jawab atas bintik-bintik gelap yang kadang-kadang terlihat di kedua planet, karena mereka menghalangi cahaya dari lapisan atmosfer yang lebih dalam. Para peneliti menduga kalau bintik-bintik gelap ini disebabkan oleh partikel kabut yang menggelap di dalam awan, kemungkinan akibat paparan radiasi ultraviolet dari matahari atau sinar kosmik.
Warna Neptunus dan Uranus bukan hanya hasil dari komposisi atmosfernya, tetapi juga merupakan cerminan dari sejarah dan dinamika mereka. Neptunus dan Uranus diklasifikasikan sebagai planet es raksasa, karena memiliki inti berbatu yang dikelilingi oleh mantel tebal air, amonia, dan es metana. Namun, keduanya memiliki sumber panas internal dan tingkat rotasi yang berbeda, yang memengaruhi sirkulasi dan aktivitas atmosfernya. Neptunus memiliki sumber panas internal yang lebih kuat daripada Uranus, yang mendorong angin dan badai yang lebih kuat di permukaannya. Neptunus juga berotasi lebih cepat daripada Uranus, yang membuat atmosfernya lebih lonjong (pipih di kutub) dan medan magnetnya lebih miring. Perbedaan-perbedaan ini juga dapat menjelaskan mengapa Neptunus memiliki sistem cincin dan bulan yang lebih kompleks daripada Uranus, serta mengapa Neptunus memiliki bulan yang lebih besar, Triton, yang mengorbit berlawanan dengan arah rotasinya.
Neptunus dan Uranus adalah dua planet yang paling menarik dan penuh teka-teki di tata surya kita, dan warna-warnanya merupakan jendela untuk mengetahui sifat dan rahasianya. Dengan menggunakan teknologi dan data terbaru, NASA dan astronom lainnya dapat mengungkap warna asli dari dunia yang jauh ini, dan mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul, struktur, dan perilaku mereka.
Nice!
ReplyDelete