![]() |
| Image by Sasin Tipchai from Pixabay |
Menurut para ahli kesehatan, masalah jantung dan impotensi juga disebabkan oleh ketidakmampuan untuk ereksi.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa berolahraga secara teratur dapat membantu pria dengan disfungsi ereksi sama dengan mengonsumsi obat seperti Viagra. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa melakukan aerobik secara teratur memiliki banyak manfaat: selain membuat Anda lebih bugar dan sehat, itu juga membantu Anda lebih baik dalam kinerja seksual.1
Apa Itu Disfungsi Ereksi?
Disfungsi Ereksi adalah jenis gangguan penis yang memengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk melakukan hubungan seksual. Dokter mengatakan bahwa terkadang mengalami masalah ereksi adalah hal yang normal, tetapi jika hal tersebut terus membuat Anda merasa gugup, cemas, frustasi, atau lelah, maka perlu diobati.
Para peneliti memperkirakan bahwa disfungsi ereksi mempengaruhi lebih dari 50 persen pria berusia antara 40 dan 70 tahun. Dan angka-angka tersebut mungkin lebih tinggi - banyak yang tidak mencari bantuan untuk kondisi ini karena malu atau canggung.
Latihan apa yang membantu mengobati Disfungsi Ereksi?
Studi mengatakan bahwa Disfungsi Ereksi diukur berdasarkan Indeks Internasional Fungsi Ereksi atau IIEF-EF yang terdiri dari 30 poin. Skor 26-30 menandakan tidak ada DE, 22 hingga 25 Disfungsi Ereksi ringan, sedangkan skor 17-21 merupakan Disfungsi Ereksi ringan hingga sedang.
Disfungsi Ereksi sedang sejajar dengan skor 11 hingga 16, dan skor 6 hingga 10 menunjukkan Disfungsi Ereksi berat. Jadi, dalam penelitian ini, melakukan olahraga teratur menyebabkan peningkatan 2,8 poin pada skala IIIEF-EF dengan 2,3, 3,3, dan 4,9 poin untuk disfungsi ereksi ringan, sedang, dan berat, masing-masing.
Menurut para ahli, hasil ini didasarkan pada analisis dari 11 studi acak terkontrol, yang dianggap sebagai standar emas dalam penelitian.
Bagaimana aerobik membantu mengobati Disfungsi Ereksi?
Para dokter mengatakan bahwa Disfungsi Ereksi berkaitan erat dengan masalah kardiovaskular, yang bahkan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke, jika tidak didiagnosis dan diobati dengan baik pada waktunya. Aerobik membantu meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, dan penis, yang pada gilirannya membantu menjaganya tetap sehat dan tanpa masalah apa pun, termasuk Disfungsi Ereksi.
Studi ini mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam aktivitas aerobik selama 30-60 menit, setidaknya tiga sampai lima hari dalam seminggu lebih mungkin untuk mendapatkan perawatan untuk Disfungsi Ereksi daripada mereka yang menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak.
Para dokter juga mengatakan bahwa latihan aerobik memberi manfaat lebih dari sekedar Disfungsi Ereksi dalam hal performa seksual, termasuk peningkatan libido, stamina, dan bahkan rasa percaya diri.
Menurut penelitian, selain latihan aerobik, latihan panggul seperti Kegel juga dapat meningkatkan stamina seksual dengan memperbaiki kontrol otot, yang berpotensi mengarah pada aktivitas seksual yang lebih tahan lama dan respons orgasme yang lebih tinggi.
Baca juga: Rahasia Meminum Kopi di Pagi Hari: Tips Sehat untuk Memulai Hari Anda
Bagaimana mencegah Disfungsi Ereksi?
Para ahli mengatakan bahwa banyak perubahan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan risiko Anda mengalami disfungsi ereksi, yang meliputi:
- Mengurangi kolesterol Anda
- Menjadi lebih aktif secara fisik - melakukan latihan kardio yang meliputi lari, jogging, atau bersepeda
- Mempertahankan berat badan yang sehat
- Tidur yang teratur dan tidak terganggu
- Makan makanan sehat yang rendah lemak jenuh seperti buah dan sayuran
- Berhenti merokok
- Berhenti minum alkohol
Tambahan
- Apa saja gejala disfungsi ereksi? Tanda dan gejala gejala disfungsi ereksi meliputi - hanya kadang-kadang bisa ereksi sebelum melakukan hubungan seksual, bisa ereksi sebelum melakukan hubungan seksual tetapi tidak dapat mempertahankannya selama melakukan hubungan seksual, ketidakmampuan sama sekali untuk ereksi atau membutuhkan banyak rangsangan untuk mempertahankan ereksi.
- Tes apa yang membantu mendiagnosis disfungsi ereksi? Disfungsi Ereksi tergantung pada apa yang dicurigai oleh penyedia layanan kesehatan Anda sebagai penyebab disfungsi ereksi. Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin akan melakukan tes darah, pemeriksaan darah lengkap, panel lipid, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, tes tiroid, dan bahkan tes testosteron.
- Siapa yang terkena Disfungsi Ereksi? Anda mungkin memiliki risiko lebih besar terkena DE jika Anda berusia 40 tahun atau lebih tua, menderita diabetes, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, mengalami depresi, tidak aktif secara fisik dan menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan merokok.
Baca juga: Mengeksplorasi Susu Oat: Kandungan Gula, Dilema Nutrisi, dan Dampak pada Kesehatan
Dalam hal menjaga kesehatan seksual, penting untuk mempelajari berbagai metode pengobatan untuk masalah seperti disfungsi ereksi. Latihan yang menyenangkan mungkin merupakan awal yang baik. Ingatlah bahwa kesehatan adalah aset yang sangat berharga. Kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita dan membangun hubungan yang lebih intim dan lebih percaya diri dengan terus mendapatkan informasi dan mencari solusi. Jadi, mari kita mulai dengan hal-hal kecil untuk meningkatkan kesehatan seksual kita!

