Islam tiba
di Arab untuk memperbaiki tata kehidupan manusia, menegakkan hukum yang adil,
menghilangkan penindasan, dan memberikan kesejahteraan bagi semua orang, apapun
statusnya dan warna kulitnya. Dengan kata lain, Islam adalah moral terbaik yang
dapat diikuti oleh manusia untuk menghasilkan kehidupan yang aman, damai, dan
sejahtera.
Berbagai
ajaran, nilai, dan hukum yang ditemukan dalam Al-Qur'an dan hadits menunjukkan
prinsip-prinsip moral Islam. Keduanya mewakili berbagai kemuliaan Islam,
termasuk keluhuran hukum Allah sebagai satu-satunya aturan yang harus kita
taati dan patuhi. Tanpa terkecuali, Islam memberikan berkah kepada semua
makhluk hidup.
Baca Juga: : "Tantangan Radikalisme Agama dalam Konteks Globalisasi"
Kita tahu
bahwa Nabi Muhammad saw adalah pembawa perdamaian. Oleh karena itu, logis bahwa
mereka yang mengikuti Nabi Muhammad saw juga harus menjadi pelopor perdamaian.
Ini penting diingat karena ada banyak orang di antara kita, bangsa Indonesia
ini, bahkan di luar Indonesia, yang mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad,
tetapi sebenarnya telah terjebak ke dalam keadaan yang merusak prinsip dan
keamanan, baik secara sadar atau tidak. Di antara aktivitas tersebut termasuk
kekacauan, kerusuhan, pemboman di tempat umum, demonstrasi yang merusak,
luka-luka, pungli, korupsi, kolusi, sogok, nepotisme, dan kronisme. Semua
tindakan buruk ini telah menyebabkan penderitaan dan sangat merugikan negara
kita. Lebih dari itu, ia telah merusak kehidupan yang damai yang kita semua
inginkan. Melihat kenyataan masyarakat tersebut marilah kita
cermati perjuangan Nabi Muhammad saw dalam mengusahakan damai ini, antara lain:
Islam Agama Damai
Damai
adalah pesan utama Allah yang diajarkan kepada manusia oleh Nabi Muhammad. Ini
ditunjukkan oleh fakta bahwa ajaran yang dia ajarkan tidak disebut sebagai
Muhammadanisme, Arabisme, Quraisyme, atau isme-isme lain yang telah disebarkan
oleh para pembesar dunia. Islam, yang berarti selamat, sejahtera, tentram, dan
damai, adalah ajaran yang beliau bawakan kepada umat manusia, yang juga sampai
kepada kita sekarang. Ini menunjukkan bahwa damai adalah inti dari ajarannya.
Oleh karena itu, prinsip damai harus menjadi prioritas utama bagi mereka yang
mengklaim mengembangkan ajaran Islam, yaitu ajaran Nabi Muhammad saw.
Prinsip-prinsip damai ini harus dimasukkan ke dalam setiap proses, mulai dari
perencanaan hingga pelaksanaan, dari sikap individu hingga kebijakan negara,
baik antara sesama atau dengan negara lain.
Baca Juga: "Genealogi Radikalisme dalam Islam"
Dalam
kebijakannya, Nabi telah merumuskan beberapa pakta perdamaian. Salah satu yang
paling terkenal adalah Perjanjian Hudaybiyah, yang mencapai Piagam Madinah,
yang mencakup semua aspek masyarakat dan kemudian menjalankannya dengan setia.
Ada beberapa ayat dan hadits yang menyatakannya dengan jelas. Oleh karena itu,
jika ada tindakan yang benar-benar mengganggu kedamaian, orang yang
melakukannya atau alasan mereka untuk melakukannya jelas tidak berasal dari
ajaran Islam. Ini mungkin merupakan ekspresi emosi individu atau kelompok yang
mengatasnamakan Islam, karena itu bertentangan dengan tujuan Nabi Muhammad saw
untuk membawa perdamaian dan kesejahteraan.
Oleh
karena itulah sejumlah prinsip dan kegiatan lain yang beliau lakukan ditujukan
untuk mendukung damai, mendukung Islam, antara lain: pema'af, kerja keras,
toleransi, jujur, tidak ada diskriminasi, setia kawan, tidak putus asa,
berorientasi ke depan, penuh perhitungan, tegas, setia kepada sistem, patuh
pada hukum, sayang kepada yang lebih muda, hormat kepada yang lebih tua, dan
sebagainya. Semua itu adalah prinsip dan kebijakan yang dimaksudkan untuk
menunjang tercipta dan terpeliharanya kedamaian untuk seluruh umat manusia
sebagai inti misi kerasulan yang beliau emban.

