Islam Rahmatan Lil 'Alamin: Menelusuri Makna dan Urgensi Damai dalam Ajaran Islam

0

 

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Islam tiba di Arab untuk memperbaiki tata kehidupan manusia, menegakkan hukum yang adil, menghilangkan penindasan, dan memberikan kesejahteraan bagi semua orang, apapun statusnya dan warna kulitnya. Dengan kata lain, Islam adalah moral terbaik yang dapat diikuti oleh manusia untuk menghasilkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.

Berbagai ajaran, nilai, dan hukum yang ditemukan dalam Al-Qur'an dan hadits menunjukkan prinsip-prinsip moral Islam. Keduanya mewakili berbagai kemuliaan Islam, termasuk keluhuran hukum Allah sebagai satu-satunya aturan yang harus kita taati dan patuhi. Tanpa terkecuali, Islam memberikan berkah kepada semua makhluk hidup.

Baca Juga: : "Tantangan Radikalisme Agama dalam Konteks Globalisasi"

Kita tahu bahwa Nabi Muhammad saw adalah pembawa perdamaian. Oleh karena itu, logis bahwa mereka yang mengikuti Nabi Muhammad saw juga harus menjadi pelopor perdamaian. Ini penting diingat karena ada banyak orang di antara kita, bangsa Indonesia ini, bahkan di luar Indonesia, yang mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad, tetapi sebenarnya telah terjebak ke dalam keadaan yang merusak prinsip dan keamanan, baik secara sadar atau tidak. Di antara aktivitas tersebut termasuk kekacauan, kerusuhan, pemboman di tempat umum, demonstrasi yang merusak, luka-luka, pungli, korupsi, kolusi, sogok, nepotisme, dan kronisme. Semua tindakan buruk ini telah menyebabkan penderitaan dan sangat merugikan negara kita. Lebih dari itu, ia telah merusak kehidupan yang damai yang kita semua inginkan. Melihat kenyataan masyarakat tersebut marilah kita cermati perjuangan Nabi Muhammad saw dalam mengusahakan damai ini, antara lain: Islam Agama Damai

Damai adalah pesan utama Allah yang diajarkan kepada manusia oleh Nabi Muhammad. Ini ditunjukkan oleh fakta bahwa ajaran yang dia ajarkan tidak disebut sebagai Muhammadanisme, Arabisme, Quraisyme, atau isme-isme lain yang telah disebarkan oleh para pembesar dunia. Islam, yang berarti selamat, sejahtera, tentram, dan damai, adalah ajaran yang beliau bawakan kepada umat manusia, yang juga sampai kepada kita sekarang. Ini menunjukkan bahwa damai adalah inti dari ajarannya. Oleh karena itu, prinsip damai harus menjadi prioritas utama bagi mereka yang mengklaim mengembangkan ajaran Islam, yaitu ajaran Nabi Muhammad saw. Prinsip-prinsip damai ini harus dimasukkan ke dalam setiap proses, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dari sikap individu hingga kebijakan negara, baik antara sesama atau dengan negara lain.

Baca Juga: "Genealogi Radikalisme dalam Islam"

Dalam kebijakannya, Nabi telah merumuskan beberapa pakta perdamaian. Salah satu yang paling terkenal adalah Perjanjian Hudaybiyah, yang mencapai Piagam Madinah, yang mencakup semua aspek masyarakat dan kemudian menjalankannya dengan setia. Ada beberapa ayat dan hadits yang menyatakannya dengan jelas. Oleh karena itu, jika ada tindakan yang benar-benar mengganggu kedamaian, orang yang melakukannya atau alasan mereka untuk melakukannya jelas tidak berasal dari ajaran Islam. Ini mungkin merupakan ekspresi emosi individu atau kelompok yang mengatasnamakan Islam, karena itu bertentangan dengan tujuan Nabi Muhammad saw untuk membawa perdamaian dan kesejahteraan.

Oleh karena itulah sejumlah prinsip dan kegiatan lain yang beliau lakukan ditujukan untuk mendukung damai, mendukung Islam, antara lain: pema'af, kerja keras, toleransi, jujur, tidak ada diskriminasi, setia kawan, tidak putus asa, berorientasi ke depan, penuh perhitungan, tegas, setia kepada sistem, patuh pada hukum, sayang kepada yang lebih muda, hormat kepada yang lebih tua, dan sebagainya. Semua itu adalah prinsip dan kebijakan yang dimaksudkan untuk menunjang tercipta dan terpeliharanya kedamaian untuk seluruh umat manusia sebagai inti misi kerasulan yang beliau emban.

Post a Comment

0 Comments
Post a Comment (0)
To Top